Rangkuman Singkat Manajemen Kontruksi

Rangkuman Singkat Manajemen Kontruksi - Manajemen proyek adalah proses yang mengintegrasikan, mengkoordinasikan dan meng-sinkronisasikan sumber daya, sumber dana dan sumber-sumber lainnya untuk mencapai tujuan dan sasaran melalui tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengawasan dan pengawasan. 

Pengertian Manajemen Konturksi - Gambar : Freepik by pch.vector

Seorang manajer harus bisa mengelola berbagai sumber dana berupa 5M (Man, Material, Machines, Methods, Money. Manajemen memiliki 4 fungsi pokok yaitu perencanaan, pengoranisasian, penggiatan, dan pengawasan. 

Kompetensi tenaga kerja konstruksi 

digolongkan menjadi 5 kelompok (sipil, arsitektur, mekanikal) , elektrikal, dan tata lingkungan) Tenaga kerja harus sesuai standar kompetensi kerja yang dibuktikan dengan sertifikat dari lembaga sertifikasi profesi dan pelatihan sesuai dengan peraturan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi (pasal 70 ayat 1-3, pasal 74 dan pasal 90). 

Bentuk / pola organisasi proyek ada tradisional (sederhana, proses yang berlangsung 1 arah dengan keterbatasan kompetensi dan pengalaman tugas), swakelola, mandiri dengan kompetensi dan kompetensi yang dimiliki dengan asas efisiensi), putar kunci (mempercepat perputaran bisnis tanpa menggunakan modal sendiri keberlangsungan proyek, perencana & pengawas secara terpisah (menghasilkan produk yang berkualitas dan menghindari permainan proyek), Konsultan Manajemen Konturuksi (pemilik tidak ingin terlalu banyak membayar oprasional proyek).

Tugas yang dilaksanakan Konsultan Perencana yaitu menyusun struktur, mekanikan elektrikal, arsitektur, lanscape, rencana anggaran biaya (RAB) serta dokumen-dokumen pelengkap lainnya. Ketika menjadi Kontraktor yang ditunjuk oleh pemilik proyek sebagai pelaksana proyek, disini akan melaksanakan proyek dengan proses perencanaan yang disiapkan oleh konsultan perencana untuk dihasilkan ke wujud yang nyata. Tahapan yang harus dilaksanakan berupa: HPS, Menetapkan rancangan kontak, Menetapkan spesifikasi Teknik, menetapkan uang muka, jaminan uang muka, jaminan pelaksanaan, jaminan pemeliharaan, sertifikat garansi, dan harga jual. Konsultan Pengawas hal yang harus dilakukan adalah: Pengawasan administrasi, Pelaksanaan teknis, Pengawasan keuangan

Rencana kerja akan berhasil jika tidak ada pengendalian. Pengendalian yang dimaksud dengan tepat waktu, tepat biaya, dan tepat kualitas. Alat untuk pelaksaan pembangunan / pengembangan itu disebut dengan kurva “S”.

Jenis-jenis Kontrak Konstruksi

(1) Lump sum contract / harga tetap yaitu jenis kontrak dengan harga total yang sudah pasti. Kelebihan dari jenis ini yaitu memberikan perlindungan maksimum kepada pemilik pada biaya total proyek. Kekurangannya adalah kerugian atau kesalahan perhitungan menjadi tanggung jawab kontraktor (2) Kontrak harga unit (kontrak harga satuan) yaitu harga satuan pekerjaan disepakati bersama, besar volume pekerjaan fleksibel. Kelebihan dari jenis ini adalah kontraktor hanya untuk menentukan harga satuan yang akan ditawar untuk setiap item dalam kontrak. Kekurangannya adalah sulit untuk diestimasi secara akurat, (3) Kontrak Biaya & Biaya yaitu dihitung degan prosentase dari nilai biaya riil pembangunan. Kelebihan dari jenis ini adalah pembayaran dilakukan pengeluaran biaya. kekurangannya adalah pemilik tidak dapat melihat biaya aktual proyek yang akan dilaksanakan. (4) B.O.T Contract (Built-Operated-Transfer), pada sistem ini, investor melaksanakan pembangunan milik pemilik dengan dana dari investor. Kelebihan dari jenis ini adalah masa guna yang relatif lebih panjang yang pada umumnya adalah 30 tahun. Kekurangannya adalah masa konstruksi yang lebih lama, karena berpadu dengan kebutuhan mengkapitalisasikan modal sampai penyempurnaan hasil dengan biaya tinggi. (5) Turn Key Project / sistem putar kunci yaitu pemilik / investor mempunyai lahan dan dana, memberi perintah kepada “kontraktor turn key builder” untuk membangun suatu sarana terhadap seluruh pekerjaan. . Kelebihan dari jenis ini adalah kebebasan berkontrak dengan sistem pembagian keuntungan. Kekurangannya adalah Penyelesaian kontrak dan perjanjian waktu dan biaya besar.