Notification texts go here Contact Us Buy Now!

Konsep Komponen Modul Ajar dalam Kurikulum Merdeka

Dalam proses penyusunannya, perlu memperhatikan komponen utama seperti tujuan pembelajaran, struktur modul, dan sumber belajar yang relevan. Prinsip..
Please wait 0 seconds...
Scroll Down and click on Go to Link for destination
Congrats! Link is Generated

Modul ajar menjadi pondasi penting dalam keberhasilan kegiatan pembelajaran. Sebagai alat pembelajaran yang efektif dan inovatif, konsep modul ajar memastikan penyusunan materi pembelajaran yang terstruktur dan sistematis untuk membantu guru dan siswa mencapai kompetensi yang diharapkan. Tidak hanya berisi materi, modul ajar juga mengintegrasikan metode pembelajaran, batasan-batasan, dan evaluasi yang menarik. Dalam proses penyusunannya, perlu memperhatikan komponen utama seperti tujuan pembelajaran, struktur modul, dan sumber belajar yang relevan. Prinsip penyusunan modul ajar yang melibatkan pendekatan kontekstual, fleksibilitas, dan interaktif menjadi kunci agar modul dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Tahapan perencanaan, pengembangan, dan evaluasi dalam prosedur penyusunan modul ajar juga memiliki peran penting. Dengan memahami konsep, komponen, prinsip, dan prosedur tersebut, diharapkan proses pembelajaran akan menjadi lebih efektif, menarik, dan membantu siswa mencapai hasil optimal.

Konsep Modul Ajar - sumber: kemendikbudristek, 2020

Konsep Modul Ajar

Modul ajar adalah kumpulan alat, media, metode, petunjuk, dan pedoman yang dirancang secara sistematis dan menarik. Modul ajar merupakan suatu paket yang berisi berbagai komponen yang diperlukan untuk memfasilitasi proses pembelajaran, termasuk bahan ajar, media pembelajaran, metode pengajaran, instruksi, dan panduan bagi guru dan siswa.

Modul ajar merupakan implementasi dari Alur Tujuan Pembelajaran yang berdasarkan Capaian Pembelajaran dengan Profil Pelajar Pancasila sebagai targetnya. Modul ajar dikembangkan dengan mengacu pada kurikulum atau rencana pembelajaran yang ada, dan mengikuti alur tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Profil Pelajar Pancasila digunakan sebagai acuan untuk mencapai kompetensi yang diharapkan dalam pendidikan. 

Modul ajar merupakan implementasi dari Alur Tujuan Pembelajaran yang berdasarkan Capaian Pembelajaran dengan Profil Pelajar Pancasila sebagai targetnya. Modul ajar dikembangkan dengan mengacu pada kurikulum atau rencana pembelajaran yang ada, dan mengikuti alur tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Profil Pelajar Pancasila digunakan sebagai acuan untuk mencapai kompetensi yang diharapkan dalam pendidikan. 

Penyusunan modul ajar dilakukan berdasarkan tahap perkembangan peserta didik, mempertimbangkan materi yang akan dipelajari, tujuan pembelajaran, dan berorientasi pada perkembangan jangka panjang. Modul ajar disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik pada setiap tahap perkembangan mereka. Hal ini melibatkan pemilihan materi yang sesuai, penentuan tujuan pembelajaran yang jelas, serta perencanaan yang mempertimbangkan perkembangan jangka panjang peserta didik. 

Guru perlu memahami konsep modul ajar agar proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan bermakna. Guru harus memiliki pemahaman yang baik tentang konsep dan prinsip yang terkait dengan penyusunan modul ajar. Dengan pemahaman ini, guru dapat merancang modul ajar yang menarik, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan siswa, sehingga meningkatkan efektivitas dan kualitas proses pembelajaran.

Komponen Modul Ajar - sumber: kemendikbudristek, 2020

Komponen Modul Ajar

Guru dalam satuan pendidikan diberi kebebasan untuk mengembangkan modul ajar sesuai dengan konteks lingkungan dan kebutuhan belajar peserta didik. Hal ini berarti guru memiliki fleksibilitas dalam merancang modul ajar yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan siswa di lingkungan mereka. 

Modul ajar dilengkapi dengan komponen yang menjadi dasar dalam proses penyusunan. Komponen-komponen tersebut dapat mencakup tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, aktivitas pembelajaran, penilaian, dan lain-lain. Komponen-komponen ini penting untuk memastikan bahwa modul ajar mencakup semua aspek yang diperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran. 

Komponen modul ajar dalam panduan dibutuhkan untuk kelengkapan persiapan pembelajaran. Panduan ini berfungsi sebagai acuan bagi guru dalam menyusun modul ajar dengan mengikuti langkah-langkah atau komponen-komponen yang telah ditetapkan. Dengan adanya panduan ini, guru dapat lebih terstruktur dalam merancang modul ajar yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan siswa. 

Komponen modul ajar bisa ditambahkan sesuai dengan mata pelajaran dan kebutuhan. Ini berarti bahwa dalam penyusunan modul ajar, guru dapat menambahkan komponen-komponen tambahan yang spesifik untuk mata pelajaran yang diajarkan atau sesuai dengan kebutuhan khusus dari siswa. Penambahan komponen-komponen ini dapat membantu meningkatkan kualitas dan relevansi modul ajar dalam konteks pembelajaran yang spesifik.

Mengenal Detail Komponen dalam Modul Ajar Kurikulum Merdeka

Dalam penyusunan modul ajar, guru perlu memperhatikan beberapa komponen yang harus ada di dalamnya. Komponen-komponen modul ajar Kurikulum Merdeka dapat disesuaikan oleh pendidik sesuai dengan kebutuhan. Berikut adalah beberapa komponen yang harus dipenuhi dalam modul ajar Kurikulum Merdeka:

1. Informasi Umum

Identitas Modul - Informasi tentang modul ajar yang dikembangkan terdiri dari: 

  • Nama penyusun, institusi, dan tahun disusunnya Modul Ajar. 
  • Jenjang sekolah (SD/SMP/SMA)
  • Kelas 
  • Alokasi waktu (penentuan alokasi waktu yang digunakan adalah alokasi waktu sesuai dengan jam pelajaran yang berlaku di unit kerja masing-masing)

Kompetensi Awal - Kompetensi awal adalah pengetahuan dan/atau keterampilan yang perlu dimiliki siswa sebelum mempelajari topik tertentu. Kompetensi awal merupakan ukuran seberapa dalam modul ajar dirancang.

Profil Pelajar Pancasila - Merupakan tujuan akhir dari suatu kegiatan pembelajaran yang berkaitan erat dengan pembentukan karakter peserta didik. Profil Pelajar Pancasila (PPP) dapat tercermin dalam konten dan/atau metode pembelajaran. Di dalam modul pembelajaran, Profil Pelajar Pancasila tidak perlu mencantumkan seluruhnya, namun dapat memilih Profil Pelajar Pancasila yang sesuai dengan kegiatan pembelajaran dalam modul ajar.

Enam dimensi Profil Pelajar Pancasila saling berkaitan dan terintegrasi dalam seluruh mata pelajaran melalui (terlihat dengan jelas di dalam):

  • materi/isi pelajaran, 
  • pedagogi, dan/atau 
  • kegiatan projek atau 
  • asesmen Setiap modul ajar memuat satu atau beberapa unsur dimensi Profil Pelajar Pancasila yang telah ditetapkan.

Sarana dan Prasarana - Merupakan fasilitas dan bahan yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan pembelajaran. Sarana merujuk pada alat dan bahan yang digunakan, sementara prasarana di dalamnya termasuk materi dan sumber bahan ajar lain yang relevan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Ketersediaan materi disarankan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik baik dengan keterbatasan atau kelebihan. Teknologi, termasuk sarana dan prasarana yang penting untuk diperhatikan, dan juga dimanfaatkan agar pembelajaran lebih dalam dan bermakna.

Target Peserta Didik - Peserta didik yang menjadi target yaitu; 

  • Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar. 
  • Peserta didik dengan kesulitan belajar: memiliki gaya belajar yang terbatas hanya satu gaya misalnya dengan audio. Memiliki kesulitan dengan bahasa dan pemahaman materi ajar, kurang percaya diri, kesulitan berkonsentrasi jangka panjang, dsb. 
  • Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin.

Model Pembelajaran - Merupakan model atau kerangka pembelajaran yang memberikan gambaran sistematis pelaksanaan pembelajaran. Model pembelajaran dapat berupa model pembelajaran tatap muka, pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (PJJ Daring), pembelajaran jarak jauh luar jaringan (PJJ Luring), dan blended learning.

2. Komponen Inti

Tujuan Pembelajaran - Tujuan pembelajaran harus mencerminkan hal-hal penting dari pembelajaran dan harus bisa diuji dengan berbagai bentuk asesmen sebagai bentuk dari unjuk pemahaman. Tujuan pembelajaran menentukan kegiatan belajar, sumber daya yang digunakan, kesesuaian dengan keberagaman murid, dan metode asesmen yang digunakan. Tujuan pembelajaran bisa dari berbagai bentuk: pengetahuan yang berupa fakta dan informasi, dan juga prosedural, pemahaman konseptual, pemikiran dan penalaran keterampilan, dan kolaboratif dan strategi komunikasi.

Pemahaman Berkmana - Pemahaman bermakna adalah informasi tentang manfaat yang akan peserta didik peroleh setelah mengikuti proses pembelajaran. Manfaat tersebut nantinya dapat peserta didik terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Contoh kalimat pemahaman bermakna: 

  • Manusia berorganisasi untuk memecahkan masalah dan mencapai suatu tujuan. 
  • Makhluk hidup beradaptasi dengan perubahan habitat.

Pertanyaan Pemantik - Pertanyaan pemantik dibuat oleh guru untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir kritis dalam diri peserta didik. Pertanyaan pemantik memandu siswa untuk memperoleh pemahaman bermakna sesuai dengan tujuan pembelajaran. Contohnya pada pembelajaran menggambar denah guru dapat mendorong pertanyaan pemantik sebagai berikut:

  • Bagimana membuat denah rumah kalian yang besar agar perbandingannya tetap sama saat digambar dikertas ? 
  • Bagaimana bisa tukang mengetahui ruangan yang akan dibuat dalam membangun rumah ?

Kegiatan Pembelajaran - Urutan kegiatan pembelajaran inti dalam bentuk langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang dituangkan secara konkret, disertakan opsi/pembelajaran alternatif dan langkah untuk menyesuaikan dengan kebutuhan belajar siswa. Langkah kegiatan pembelajaran ditulis secara berurutan sesuai dengan durasi waktu yang direncanakan, meliputi tiga tahap, yakni pendahuluan, inti, dan penutup berbasis metode pembelajaran aktif.

Asesmen - Asesmen digunakan untuk mengukur capaian pembelajaran di akhir kegiatan. Kriteria pencapaian harus ditentukan dengan jelas sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Jenis asesmen: 

  • Asesmen sebelum pembelajaran (diagnostik) 
  • Asesmen selama proses pembelajaran (formatif) 
  • Asesmen pada akhir proses pembelajaran (sumatif).

Bentuk asesmen yang bisa dilakukan: 

  • Sikap (Profil Pelajar Pancasila) dapat berupa: observasi, penilaian diri, penilaian teman sebaya, dan anekdotal. 
  • Performa (presentasi, drama, pameran hasil karya, jurnal, dsb.) 
  • Tertulis (tes objektif: essay, pilihan ganda, isian, jawaban singkat, benar-salah).

Pengayaan dan Remidial - Pengayaan adalah kegiatan pembelajaran yang diberikan pada peserta didik dengan capaian tinggi agar mereka dapat mengembangkan potensinya secara optimal. Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk memahami materi atau pembelajaran mengulang. Saat merancang kegiatan pengayaan, perlu diperhatikan mengenai diferensiasi contohnya lembar belajar/kegiatan yang berbeda dengan kelas.

3. Lampiran

Lembar Peserta Didik - Lembar kerja siswa ini ditujukan untuk peserta didik (bukan guru) dan dapat diperbanyak sesuai kebutuhan untuk diberikan kepada peserta didik termasuk peserta didik nonreguler.

Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik - Bahan bacaan guru dan peserta didik digunakan sebagai pemantik sebelum kegiatan dimulai atau untuk memperdalam pemahaman materi pada saat atau akhir kegiatan pembelajaran.

Glosarium - Glosarium merupakan kumpulan istilah-istilah dalam suatu bidang secara alfabetikal yang dilengkapi dengan definisi dan artinya. Glosarium diperlukan untuk kata atau istilah yang memerlukan penjelasan lebih mendalam.

Daftar Pustaka - Daftar pustaka adalah sumber-sumber referensi yang digunakan dalam pengembangan modul ajar. Referensi yang dimaksud adalah semua sumber belajar (buku siswa, buku referensi, majalah, koran, situs internet, lingkungan sekitar, narasumber, dsb.)

Sumber Bacaan : 

  1. Paparan PPT Materi  Konsep  Komponen Modul Ajar - BSKAP Kemendikbudristek
  2. Konsep dan Komponen Modul Ajar - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia 

About the Author

I am passionate about BIM (Building Information Modeling) and enthusiastic about education and content writing.

Posting Komentar

Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.